Take a fresh look at your lifestyle.

Front Jaga Babel Kecam Konten Provokatif Batara: “Negeri Serumpun Sebalai Tidak Butuh Gaduh”

Batara Toboali Dikritik Ormas Babel: Viralitas Tidak Boleh Memecah Belah Masyarakat

0 49

PANGKALPINANGPOST.COM, PANGKALPINANG – Organisasi Masyarakat Front Jaga Babel, di bawah pimpinan Akhmad Samsi alias Abie Acik, secara tegas mengecam konten-konten yang diunggah akun TikTok @bataratoboali yang dinilai sarat provokasi, memuat ujaran tidak pantas, serta menyebarkan narasi kebencian terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selasa (30/12/2025)

Front Jaga Babel menilai konten-konten tersebut telah melampaui batas etika dalam ruang publik. Dalam pernyataannya pada Rabu (30/12/2025), organisasi ini menegaskan bahwa Batara Toboali kerap menghadirkan konten yang tidak mendidik, bahkan cenderung merendahkan pemerintah, pejabat, serta ormas-ormas yang selama ini berperan aktif menjaga stabilitas sosial di daerah.

“Kami sangat mengecam pernyataan-pernyataan Batara yang memuat kebencian terhadap ormas di Bangka Belitung. Ini bukan kritik yang membangun, tetapi serangan verbal yang memecah belah,” tegas Front Jaga Babel. Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas ormas lokal dalam menjaga keharmonisan masyarakat dan menolak segala bentuk provokasi yang bersifat destruktif.

Lebih lanjut, Front Jaga Babel menyoroti pola konten Batara yang dinilai selalu mengarah pada pencarian sensasi dan viralitas semata. Menurut mereka, strategi ini berpotensi membahayakan tatanan sosial di masyarakat, karena dapat memprovokasi warga hingga memicu konflik horizontal.

“Kami menilai Batara ketagihan ketenaran instan dengan cara menciptakan kegaduhan di ruang digital. Ini berbahaya karena dapat memprovokasi masyarakat dan merusak ketertiban sosial,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, Front Jaga Babel mengingatkan masyarakat bahwa ruang digital bukanlah tempat untuk melampiaskan amarah, kebencian, maupun kata-kata kotor yang tidak pantas dikonsumsi publik, apalagi oleh anak-anak dan remaja. Menurut mereka, tanggung jawab pengguna media sosial tidak kalah penting dibandingkan hak kebebasan berekspresi.

Organisasi ini menuntut Batara untuk segera menghentikan seluruh konten provokatifnya, menghentikan narasi kebencian terhadap ormas di Babel, dan berhenti menciptakan kegaduhan yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Front Jaga Babel menekankan, ketenaran seseorang tidak seharusnya dibangun melalui kontroversi atau sensasi, melainkan melalui karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Jika ingin dikenal, berikan karya dan kontribusi nyata untuk Bangka Belitung, bukan kegaduhan. Negeri Serumpun Sebalai tidak butuh sensasi, tetapi keteladanan,” tutup pernyataan tersebut.

Front Jaga Babel juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap bijak dalam bermedia sosial dan tidak terprovokasi oleh konten-konten yang mengandung ujaran kebencian atau provokasi. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Sumber: kiilat.com, Editor: KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.