Take a fresh look at your lifestyle.

Dari Cekcok Mulut hingga Luka Serius, Kisah Ngeri di Pantai Desa Penyak

0 34

Pangkalpinangpost.com

Bangka Tengah – Pepatah “kalah jadi abu, menang jadi arang” tampaknya mencerminkan kejadian tragis yang baru-baru ini terjadi di Pantai Desa Penyak, Bangka Tengah. Dua sahabat, Epplin alias Ling (23) warga Penyak, dan Erik Armando (29) warga Desa Terentang, menemui nasib tragis setelah persahabatan mereka yang awalnya penuh tawa berubah menjadi malam yang kelam akibat pengaruh miras, Rabu (3/1/2024).

Keduanya duduk bersama di tepi pantai, menikmati semilir angin laut sambil menenggak miras jenis arak. Namun, apa yang seharusnya menjadi momen bersenang-senang berubah menjadi mimpi buruk ketika kecilnya permasalahan berkembang menjadi peristiwa berdarah. Kapolres Bangka Tengah, AKBP Dwi Budi Murtiono, S.IK, MH, menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

“Kejadian bermula dari korban, Erik Armando, dan pelaku, Epplin alias Ling, nongkrong sambil mengonsumsi minuman keras di pinggir Pantai Desa Penyak. Cekcok mulut antara keduanya akhirnya berujung pada penusukan yang dilakukan oleh Ling kepada Erik,” ungkap Plt. Kasi Humas Ipda Agung Ribowo, SH, Selasa (21/1/2023).

Cerita tragis ini bermula dari cekcok mulut antara kedua sahabat tersebut. Tidak berlangsung lama sejak perselisihan dimulai, Ling tiba-tiba mengambil pisau lipat dari bagasi motor milik adiknya dan menyerang Erik. Ipda Agung menerangkan, “Korban berupaya menyelamatkan diri, namun, luka tikaman yang diakibatkan oleh Ling cukup serius.”

Barang bukti berupa pakaian korban yang penuh darah menjadi saksi bisu dari intensitas kekerasan yang terjadi. Erik Armando, dengan luka serius di bagian perut dan lima sayatan di tangan, dilarikan ke RSUD Drs. H. Abu Hanifah, Kabupaten Bangka Tengah, untuk mendapatkan perawatan intensif. Satu luka tikaman di perutnya mengisyaratkan bahwa korban harus menjalani proses pemulihan yang tidak mudah.

Plt. Kasi Humas menambahkan, “Pelaku, Ling, telah diamankan di Polres Bangka Tengah bersama barang bukti berupa pakaian korban yang penuh darah. Selanjutnya, kami akan mengumpulkan keterangan saksi dan berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksinya karena tersinggung atas perkataan korban dan dipengaruhi oleh minuman keras.”

Kasat Reskrim, AKP Fajar, menekankan bahwa kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya pengaruh miras ketika dikonsumsi secara berlebihan. “Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus ini dan memastikan bahwa pelaku menerima hukuman yang setimpal sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Kisah tragis di Pantai Desa Penyak ini memberikan cerminan yang menyedihkan tentang betapa pentingnya pengendalian diri dalam mengonsumsi minuman keras. Mabuk arak yang seharusnya hanya menjadi momen bersenang-senang berubah menjadi cekcok dan penusukan, meninggalkan satu orang di rumah sakit dan satu lagi di balik jeruji besi.- (Penulis ; Akhirullah, Editor ; Abdul Hamid)

(Akhi).

Leave A Reply

Your email address will not be published.