Viral! Penambang Bentrok Mulut dengan Satgas PKH di Hutan Lindung Sarang Ikan Bangka Tengah
Situasi Memanas di Hutan Sarang Ikan, Penambang Dihadang Satgas PKH, Polisi Turun Tangan
PANGKALPINANGPOST.COM, Bangka Tengah – Ketegangan antara penambang dan sejumlah pria berbadan tegap yang mengaku sebagai Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) terjadi di kawasan Hutan Lindung Sarang Ikan, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Peristiwa ini menghebohkan masyarakat setelah beberapa potongan video beredar luas di media sosial sejak Selasa sore. Rabu (7/1/2026)
Dalam rekaman video tersebut terlihat adu argumen antara dua kelompok penambang dengan sekelompok pria yang disebut-sebut berasal dari Satgas PKH. Suasana tampak memanas, dengan sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi tambang inkonvensional yang berada di kawasan hutan lindung tersebut. Informasi dalam video menyebutkan terjadi penertiban aktivitas tambang.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Selasa, 6 Januari 2025, sekitar sore hari. Lokasi kejadian berada di kawasan tambang inkonvensional Hutan Lindung Sarang Ikan, wilayah yang selama ini dikenal rawan aktivitas pertambangan ilegal. Keberadaan aparat dan pihak tertentu di lokasi tersebut langsung memicu reaksi dari masyarakat setempat.
Kapolsek Lubuk Besar, Ipda Dasa, membenarkan adanya konfrontasi yang melibatkan masyarakat di wilayah hukumnya. Ia menyatakan pihak kepolisian menerima informasi terkait ketegangan tersebut dan segera melakukan langkah awal untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.
Menurut Ipda Dasa, informasi awal yang diterima Polsek Lubuk Besar menyebutkan adanya beberapa personel TNI yang datang ke kantor polisi. Mereka mengaku sebagai bagian dari Satgas PKH dan meminta bantuan pengamanan karena rekan mereka terjebak di tengah kerumunan warga di kawasan Hutan Lindung Sarang Ikan.
“Dari keterangan yang disampaikan saat itu, terdapat sembilan rekan mereka bersama satu unit mobil yang terjebak di tengah massa yang berada di kawasan Hutan Lindung Sarang Ikan,” kata Dasa saat dikonfirmasi. Kondisi tersebut disebut cukup tegang sehingga diperlukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.
Namun, saat personel Polsek Lubuk Besar mendatangi lokasi kejadian, situasi sudah berubah. “Saat Polsek mendatangi lokasi, mobil dan personel TNI yang dimaksud sudah meninggalkan lokasi. Warga juga sudah meninggalkan lokasi,” ujar Dasa, menegaskan tidak ada bentrokan fisik yang terjadi.
Meski demikian, kepolisian tidak tinggal diam. Ipda Dasa mengatakan jajarannya saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap inti permasalahan. Sejumlah saksi dari masyarakat sekitar telah dimintai keterangan guna mengetahui kronologi lengkap dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Penyelidikan juga dilakukan untuk memastikan legalitas tindakan di lapangan, termasuk kejelasan identitas pihak yang mengaku sebagai Satgas PKH. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat serta memastikan penegakan hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Sebagai informasi, wilayah Sarang Ikan tersebut sesuai plang yang terpasang menyatakan bahwa wilayah tersebut berada di bawah pengawasan Satgas PKH,” kata Dasa. Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat berwenang. (Sumber: Bangka Pos, Editor: Pangkalpinangpost.com)