Take a fresh look at your lifestyle.

Letjen Richard Tampubolon Resmi Ditunjuk Pjs Kabais TNI Usai Insiden Penyiraman Air Keras

Kasum TNI Pimpin Sementara Bais, Fokus Perkuat Intelijen dan Rehabilitasi Citra Lembaga

0 10

PANGKALPINANGPOST.COM, Jakarta – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letnan Jenderal (Letjen) Richard Tampubolon, resmi ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Penunjukan ini terjadi menyusul penyerahan jabatan Letjen Yudi Abrimantyo yang mundur akibat insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Sabtu (28/3/2026)

Keputusan penunjukan Letjen Richard sebagai Pjs Kabais TNI merupakan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi yang melibatkan jajaran Kementerian Pertahanan RI dan pimpinan TNI, yang digelar di kantor Kemhan RI pada Rabu (25/3). Informasi resmi terkait penunjukan ini belum diumumkan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah. Namun, sumber terpercaya Indonesia Defense Magazine (IDM) menguatkan bahwa Letjen Richard telah memimpin Bais TNI secara sementara. Konfirmasi pribadi Richard diberikan melalui stiker Whatsapp bertuliskan “salam sehat selalu” yang dikirimkan kepada IDM pada Jumat (27/3).

Selain memimpin Bais TNI secara sementara, Letjen Richard tetap menjabat Kasum TNI. Ia juga memegang sejumlah amanah strategis, antara lain sebagai Wakil Ketua Pelaksana Tugas I Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dan Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana di wilayah Sumatera. Latar belakangnya sebagai perwira jebolan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) semakin menegaskan kapasitasnya untuk mengelola badan intelijen strategis TNI.

Letjen Richard sebelumnya memimpin rapat koordinasi intelijen TNI tahun anggaran 2026 yang digelar di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada 25 Februari 2026. Rapat tersebut menekankan peningkatan koordinasi dan kesiapan intelijen di lingkungan TNI, menunjukkan peran penting Richard dalam operasional intelijen militer.

Penyerahan jabatan Letjen Yudi Abrimantyo sebagai Kabais TNI terjadi bersamaan dengan proses hukum yang dijalani empat personel Detasemen Markas (Denma) Bais TNI yang terlibat dalam insiden penyiraman air keras. Keempat personel, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, telah ditahan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI untuk proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan pelanggaran hukum oleh personel militer terhadap warga sipil.

Dengan pengalaman luas dalam bidang intelijen dan operasi militer khusus, Letjen Richard dipandang sebagai sosok tepat untuk menstabilkan Bais TNI, memperkuat pengawasan internal, dan memastikan integritas lembaga tetap terjaga. Penunjukan ini juga diharapkan dapat memperbaiki citra institusi dan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan serta lembaga terkait, menghadapi tantangan keamanan nasional ke depan.

Letjen Richard Tampubolon kini berada di posisi kunci dalam memimpin Bais TNI menghadapi dinamika internal dan eksternal, termasuk upaya rehabilitasi citra lembaga pasca-insiden dan penguatan sistem intelijen nasional. Dengan kepemimpinan yang tegas dan pengalaman di berbagai operasi strategis, publik dan pihak militer menaruh harapan tinggi pada langkah-langkah yang akan diambilnya. (Sumber: indonesiadefense.com, Editor: KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.