Kantor PWI Babel Dirusak OTD, PJS Babel: Serangan terhadap Pers, Usut Tuntas Tanpa Kompromi
Intimidasi Terhadap Pers Kian Nyata, PJS Babel Minta Polisi Usut Hingga Dalang
PANGKALPINANGPOST.COM, PANGKALPINANG — Aksi pembobolan dan perusakan Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung oleh orang tak dikenal (OTD), Senin (30/3/2026), memantik kemarahan dan keprihatinan serius dari kalangan organisasi pers. Selasa (31/3/2026)
Pro Jurnalis Media Siber Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Bangka Belitung (PJS Babel) menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan bentuk intimidasi yang berpotensi mengancam kebebasan pers di daerah ini.
Ketua PJS Babel, Rikky Fermana, menegaskan bahwa insiden tersebut harus dipandang sebagai alarm keras bagi seluruh insan pers.
“Jika organisasi pers yang besar, senior, dan memiliki sejarah panjang seperti PWI saja bisa menjadi sasaran perusakan, maka ini ancaman nyata bagi semua. Ini bukan sekadar kriminalitas, ini serangan terhadap rasa aman dan kemerdekaan pers,” tegas Rikky.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata. Ketika kantor organisasi wartawan dirusak, pesan yang muncul adalah upaya menebar ketakutan.
“Pers tidak boleh dibungkam dengan cara-cara intimidatif. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi teror terhadap wartawan maupun organisasi pers,” lanjutnya.
Sekretaris PJS Babel, Muhamad Zen, menilai kejadian ini mencederai iklim demokrasi dan menjadi preseden buruk apabila tidak ditangani secara serius.
“Kami melihat ini bukan hanya soal kerugian materiil. Ini soal martabat profesi. Jika hari ini kantor organisasi pers dirusak dan dibiarkan tanpa pengusutan tuntas, maka besok bisa saja yang menjadi sasaran adalah wartawan di lapangan,” ujar Zen.
PJS Babel secara tegas meminta Polresta Pangkalpinang bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut kasus tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya motif intimidasi atau aktor intelektual di baliknya.
“Usut sampai ke akar. Jangan berhenti pada pelaku lapangan jika memang ada pihak lain yang bermain. Demokrasi tidak boleh kalah oleh aksi-aksi premanisme,” tegas ketua PJS Babel.
PJS Babel juga mengajak seluruh organisasi pers di Bangka Belitung untuk merapatkan barisan dan menunjukkan solidaritas. Kebebasan pers, kata mereka, adalah fondasi demokrasi yang tidak boleh dirusak oleh ketakutan.
“Ini bukan hanya soal PWI. Ini soal kita semua. Soal marwah pers. Soal keberanian menyuarakan kebenaran. Dan kami tegaskan, tidak ada ruang bagi intimidasi terhadap media dan wartawan di Bangka Belitung,” pungkas Rikky Fermana. (KBO Babel).