Andi Kusuma Tegaskan Laporan Tak Hanya ke Prof Bambang Hero, Juga Harvey Moeis
Andi Kusuma Beberkan Alasan Laporkan Bambang Hero dan Harvey Moeis ke Polisi
PANGKALPINANGPOST.COM, Jakarta – Andi Kusuma memberikan penegasan terkait langkah hukumnya melaporkan ahli Prof Bambang Hero ke kepolisian. Pernyataan itu disampaikan saat dirinya dihadirkan sebagai saksi pertama dalam sidang perkara dugaan perintangan penyidikan kasus korupsi tata niaga timah di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Effendi. Sabtu (10/01/2026)
Di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU), Andi Kusuma menyatakan bahwa laporan ke aparat penegak hukum tidak hanya ditujukan kepada Prof Bambang Hero, tetapi juga kepada Harvey Moeis. Harvey Moeis diketahui merupakan terdakwa dalam perkara tersebut dan suami artis Sandra Dewi. Langkah tersebut, kata Andi, diambil demi rasa keadilan bagi klien yang didampinginya.
“Benar JPU, saya somasi Bambang Hero, saya somasi Harvey Moeis. Saya laporkan Harvey Moeis ke Mabes Polri, saya juga laporkan Bambang Hero karena berdasarkan fakta persidangan dia tidak bisa mempertanggungjawabkan keterangannya,” kata Andi di ruang sidang.
Menurut Andi, keterangan ahli memiliki posisi penting dalam persidangan dan harus disampaikan secara objektif, ilmiah, serta dapat diuji. Ia mengaku kecewa karena saat dicecar pertanyaan oleh pihak-pihak di persidangan, Prof Bambang Hero dinilai tidak memberikan jawaban yang memadai.
“Pada saat ditanya, dia malas menjawab,” ujarnya.
Andi juga menyinggung nilai kerugian negara yang disebut mencapai Rp271 triliun. Ia menilai angka tersebut harus dibuktikan secara valid dan transparan.
“Saya bilang dia profesor, guru besar, seharusnya bisa membuktikan secara valid. Ada kerugian Rp271 triliun itu jelas-jelas merugikan,” ucapnya.
Sebagai putra daerah Bangka Belitung, Andi mengaku prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Menurutnya, jika kerugian negara sebesar itu benar terjadi, seharusnya dapat dikembalikan untuk kesejahteraan daerah.
“Kalau ada kerugian segitu, kembalikan ke Bangka Belitung supaya sejahtera. Tapi nyatanya sekarang ekonomi susah,” pungkasnya. (Sumber: Babelpos.id, Editor: Pangkalpinangpost.com)