Tambang Rakyat Kembali Makan Korban, Pekerja 60 Tahun Tewas di Lubang Tambang Air Banten
Longsor Tambang Timah di Bangka Selatan Telan Korban Jiwa, Keselamatan Kerja Disorot
PANGKALPINANGPOST.COM, BANGKA SELATAN — Kecelakaan maut kembali terjadi di lokasi tambang timah rakyat di wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah di kawasan tambang timah Dusun Air Banten 2, Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Jumat (22/5/2026) sore. Sabtu (23/5/2026)
Peristiwa tragis tersebut kembali menyoroti lemahnya aspek keselamatan kerja dalam aktivitas tambang rakyat yang masih marak berlangsung di sejumlah wilayah Bangka Belitung. Aktivitas penambangan dengan kondisi lubang yang dalam dan minim perlengkapan keselamatan dinilai masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan para pekerja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui merupakan seorang pria paruh baya berusia sekitar 60 tahun dan merupakan warga setempat. Saat kejadian, korban diduga tengah mencari batu terak timah bersama sejumlah pekerja lainnya di dalam lubang tambang yang cukup dalam.
Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban bersama beberapa rekannya berada di dasar lubang tambang untuk mengumpulkan sisa batu timah yang masih memiliki nilai ekonomis.
“Korban bersama beberapa orang sedang mencari batu terak timah di dalam lubang tambang,” ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Namun situasi mendadak berubah mencekam ketika dinding tanah di sekitar lubang tambang tiba-tiba longsor. Material tanah yang ambruk dengan cepat menimbun para pekerja yang berada di bawah lubang.
Teriakan meminta tolong langsung terdengar dari dalam tambang. Suasana panik pun pecah di lokasi kejadian. Warga sekitar dan para pekerja tambang lainnya berusaha melakukan pertolongan menggunakan alat seadanya.
Dalam insiden tersebut, satu pekerja lainnya dilaporkan sempat tertimbun hingga setengah badan. Beruntung korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh warga yang berada di sekitar lokasi.
“Ada satu orang lagi sempat tertimbun setengah badan, tapi masih bisa diselamatkan. Korban ini yang tertimbun total,” ungkap warga lainnya.
Proses pencarian korban berlangsung dramatis. Warga bersama para pekerja tambang berjibaku menggali material longsoran tanah secara manual. Kondisi tanah yang labil membuat proses evakuasi berlangsung cukup sulit dan penuh risiko.
Sekitar satu jam setelah kejadian, korban akhirnya berhasil ditemukan di bawah timbunan tanah dan ponton tambang yang berada di lokasi. Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dari dasar lubang tambang dan dibawa ke rumah duka. Peristiwa tersebut sontak membuat suasana di kawasan tambang berubah menjadi duka. Sejumlah warga tampak berkumpul menyaksikan proses evakuasi korban.
Kecelakaan ini kembali menambah daftar panjang insiden maut di lokasi tambang timah rakyat di Bangka Belitung. Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan akibat longsor, tenggelam, hingga tertimbun di area tambang rakyat kerap terjadi dan menelan korban jiwa.
Minimnya standar keselamatan kerja serta aktivitas penambangan yang dilakukan secara tradisional menjadi salah satu faktor utama tingginya risiko kecelakaan. Selain itu, kondisi lubang tambang yang dalam dan struktur tanah yang mudah labil juga memperbesar potensi longsor, terutama saat cuaca tidak menentu.
Warga sekitar berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait terhadap aktivitas tambang rakyat yang dinilai rawan kecelakaan. Pengawasan terhadap keselamatan kerja dinilai perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terus berulang dan kembali memakan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti kediaman korban di wilayah Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan. Warga berharap peristiwa tragis ini menjadi perhatian bersama agar keselamatan para pekerja tambang tidak terus diabaikan. (Sumber: Babelnewsupdate.com, Editor: KBO Babel)