Take a fresh look at your lifestyle.

Respons Resmi Pemkot Pangkalpinang: Dugaan Skandal RSUD Depati Hamzah Masuk Radar Pengawasan

Dugaan Keributan Libatkan Direktur RSUD Depati Hamzah, Dinkes Pangkalpinang Janji Tindak Tegas

0 155

PANGKALPINANGPOST.COM, PANGKALPINANG — Dugaan skandal yang menghebohkan lingkungan RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang dan menyeret nama Direktur rumah sakit tersebut akhirnya mendapat respons resmi dari Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, dr Thamrin, buka suara terkait isu dugaan ruangan rawat inap yang terkunci dari dalam hingga memicu keributan terbuka di area rumah sakit. Sabtu (24/1/2026)

Dalam keterangannya kepada redaksi jejaring media KBO Babel, Jumat (23/1/2026), dr Thamrin mengaku hingga Kamis sore (22/1/2026) dirinya belum menerima laporan resmi terkait insiden yang ramai diperbincangkan publik tersebut.

“Saya pribadi belum menerima informasi atau laporan apa-apa sampai sore ini. Yang saya ketahui, Direktur RSUD Depati Hamzah sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit kemarin pagi,” ujar dr Thamrin dalam pesan tertulisnya.

Meski belum menerima laporan resmi, dr Thamrin menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan akan segera menggali informasi secara menyeluruh dan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang berkaitan untuk meminta klarifikasi, apabila benar terjadi kegaduhan di lingkungan RSUD Depati Hamzah.

“Saya akan menggali informasi segera dan melakukan pemanggilan pihak-pihak yang bersangkutan dan meminta klarifikasi bila benar ada kegaduhan yang terjadi di lingkup rumah sakit,” tegasnya.

Lebih lanjut, dr Thamrin menekankan bahwa Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang tidak akan mentolerir peristiwa apa pun yang berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan, kenyamanan pasien, maupun mencederai etika profesi dan jabatan publik, terlebih bila terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.

Ia menyatakan, apabila dugaan insiden tersebut terbukti benar dan memenuhi unsur pelanggaran, maka langkah tegas akan diambil sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Bila benar ada kejadian yang berpotensi mengganggu pelayanan dan kenyamanan pasien atau pelanggaran etika, maka saya akan melaporkan kepada Bapak Wali Kota dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan tersebut menjadi respons resmi pertama dari jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang di tengah sorotan publik atas dugaan insiden ruangan rawat inap yang terkunci dari dalam dan berujung pada keributan terbuka di lingkungan RSUD Depati Hamzah.

Sebelumnya, insiden ini ramai diperbincangkan setelah diduga melibatkan oknum dokter berinisial DL, yang menjabat sebagai Direktur RSUD Depati Hamzah, bersama seorang pria berinisial S. Peristiwa tersebut dipicu kedatangan dr KB, yang disebut sebagai suami dari dokter DL, ke ruang rawat inap yang didapati dalam kondisi terkunci.

Kondisi tersebut diduga memicu adu mulut antara pihak-pihak yang terlibat, hingga keributan berlanjut ke area parkiran rumah sakit. Insiden itu disaksikan oleh sejumlah tenaga kesehatan, pasien, serta pengunjung RSUD Depati Hamzah, dan dinilai sebagai peristiwa yang tidak lazim terjadi di fasilitas pelayanan publik.

Kegaduhan tersebut sontak memunculkan beragam reaksi dari masyarakat, yang mempertanyakan profesionalitas, etika, serta tata kelola internal RSUD Depati Hamzah sebagai rumah sakit rujukan utama di Kota Pangkalpinang.

Respons Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang ini sekaligus menjadi penanda bahwa persoalan tersebut telah masuk dalam radar pengawasan pemerintah daerah. Publik kini menanti langkah konkret berupa klarifikasi terbuka, hasil pemeriksaan internal, serta transparansi penanganan kasus agar kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Depati Hamzah sebagai institusi pelayanan publik tidak semakin tergerus.

Redaksi KBO Babel menyatakan akan terus melakukan konfirmasi lanjutan kepada seluruh pihak terkait serta menyajikan perkembangan informasi secara berimbang, profesional, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik. (KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.