Take a fresh look at your lifestyle.

Pasir Timah Tak Terserap, Ratusan Warga Geruduk Kantor PT Timah di Gantung

Pembelian Pasir Timah Mandek, Ekonomi Warga Gantung Tertekan hingga Massa Turun ke Jalan

0 10

PANGKALPINANGPOST.COM, BELITUNG TIMUR – Ratusan warga mendatangi Kantor PT Timah di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/8/2026). Kedatangan massa dipicu keresahan masyarakat menyusul terhentinya aktivitas pembelian pasir timah di tingkat kolektor dalam beberapa hari terakhir. Jumat (7/8/2026)

Situasi tersebut membuat hasil tambang masyarakat tidak dapat segera dijual. Pasir timah yang telah dikumpulkan para penambang disebut mulai menumpuk karena sejumlah kolektor dan perusahaan berbentuk CV yang selama ini menjadi bagian dari rantai pembelian memilih menghentikan sementara aktivitasnya.

Bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan harian dari sektor pertambangan, kondisi tersebut menjadi persoalan serius. Tidak adanya pembeli membuat hasil tambang yang seharusnya segera diuangkan justru tertahan, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi.

Informasi yang diperoleh dari lapangan menyebutkan, penghentian pembelian pasir timah diduga terjadi setelah adanya penindakan terhadap sejumlah pihak yang disebut berkaitan dengan aktivitas perdagangan timah. Kondisi itu kemudian memunculkan kekhawatiran di kalangan kolektor untuk melakukan pembelian.

Salah seorang sumber di lapangan mengatakan, keresahan warga mulai meningkat setelah adanya dugaan penangkapan terhadap kolektor oleh tim Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (3/8/2026).

“Semenjak insiden penangkapan itu, kolektor ketakutan untuk membeli timah, sehingga mereka tutup,” ujar sumber tersebut.

Namun, dugaan adanya keterkaitan langsung antara penangkapan tersebut dengan berhentinya aktivitas pembelian pasir timah belum mendapatkan konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum.

Akibat terhentinya rantai pembelian, dampaknya tidak hanya dirasakan penambang. Sejumlah sektor ekonomi yang selama ini ikut bergerak dari aktivitas pertambangan turut terkena imbas. Mulai dari jasa angkutan, warung makan, toko kelontong, hingga usaha kecil di sekitar kawasan pertambangan berpotensi mengalami penurunan transaksi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aktivitas jual beli pasir timah selama ini menjadi salah satu sumber perputaran ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Belitung Timur. Ketika hasil tambang tidak dapat dijual, kemampuan masyarakat untuk membiayai kebutuhan sehari-hari ikut terganggu.

Dalam aksi di Kantor PT Timah, warga berharap adanya kepastian mengenai kondisi pembelian pasir timah serta solusi terhadap hasil tambang masyarakat yang saat ini tertahan.

Massa juga meminta agar persoalan tersebut dapat memperoleh perhatian dari pihak-pihak terkait sehingga tidak berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Bagi masyarakat, persoalan utama saat ini bukan hanya mengenai aktivitas penambangan, tetapi juga kepastian terhadap mekanisme penyerapan hasil tambang yang dihasilkan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari PT Timah mengenai aksi warga dan tuntutan yang disampaikan. Pihak kepolisian juga belum memberikan penjelasan resmi yang mengonfirmasi bahwa penghentian pembelian pasir timah tersebut merupakan dampak langsung dari penindakan terhadap kolektor.

Masyarakat kini menunggu kejelasan dari pihak terkait agar situasi di lapangan tidak semakin menimbulkan keresahan dan roda perekonomian warga dapat kembali berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Okta/KBO Babel)

Leave A Reply

Your email address will not be published.