Hidayat Arsani Instruksikan Wagub Negosiasi Bunga Bank untuk Ringankan Beban PNS
PANGKALPINANGPOST.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memberikan perhatian serius terhadap fenomena banyaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang meminjam uang di bank, khususnya untuk keperluan konsumtif seperti membeli mobil. Menurutnya, langkah tersebut bukanlah keputusan keuangan yang bijaksana karena nilai mobil cenderung menurun seiring waktu, berbeda dengan tanah atau rumah yang justru memiliki nilai investasi yang terus meningkat. Jumat (25/4/2025)
“Saya lihat PNS kita meminjam duit untuk beli mobil. Kalau mereka beli mobil Rp 100 juta, maka enam bulan saja nilainya sudah turun. Tapi kalau mereka beli tanah atau rumah, tentunya harganya akan naik terus,” ungkap Hidayat Arsani dalam apel perdana yang digelar di halaman Kantor Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Senin (21/4/2025).
Hidayat Arsani, yang baru saja dilantik sebagai Gubernur Provinsi Bangka Belitung pada Kamis (21/4/2025) oleh Presiden Prabowo Subianto, juga menyoroti tingginya bunga pinjaman bank yang dirasakan memberatkan PNS dan masyarakat umum. Oleh karena itu, ia berharap agar Bank Sumselbabel sebagai bank daerah dapat menurunkan tingkat suku bunga pinjamannya.
“Saat ini bunga bank itu 9-10 persen, kita minta 7 persen saja. Kita punya saham, masa kita mau dihantam dengan bunga tinggi? Dulu bunga itu 13 persen, kalau orang mau melunasi tidak bisa karena ada penalti,” tegas Hidayat.
Hidayat Arsani juga mengingatkan bahwa Bank Sumselbabel adalah bank daerah di mana Pemerintah Provinsi Bangka Belitung memiliki saham. Oleh karena itu, ia menilai sudah sepatutnya bank ini memberikan kemudahan kepada masyarakat lokal, termasuk PNS yang menjadi salah satu nasabah utama.
“Kita punya saham, masa kita mau dihantam dengan bunga tinggi?” ujarnya dengan nada penuh harap.
Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, Gubernur Hidayat memerintahkan Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, untuk segera berkoordinasi dan melakukan negosiasi dengan pihak Bank Sumselbabel. Ia menyebutkan bahwa Hellyana memiliki kemampuan negosiasi yang mumpuni untuk mencapai kesepakatan terbaik.
“Ini untuk meringankan beban, bunga bank saya minta diturunkan. Nanti saya perintahkan Bu Wagub untuk negosiasi soal bunga bank, karena ibu-ibu ini biasanya jago negosiasi,” tambahnya.
Sorotan terhadap tingginya bunga pinjaman bank bukanlah tanpa alasan. Menurut Hidayat, salah satu kendala yang dihadapi masyarakat adalah kesulitan dalam melunasi pinjaman akibat penalti yang memberatkan. Ia berharap bahwa dengan bunga yang lebih rendah, masyarakat, khususnya PNS, dapat lebih mudah mengelola keuangan mereka.
Janji Politik untuk Pegawai Negeri Sipil
Selain membahas masalah pinjaman bank, Hidayat Arsani juga mengumumkan sejumlah kebijakan baru yang menjadi bagian dari janji politiknya saat kampanye. Salah satunya adalah perubahan dalam pelaksanaan apel pagi dan absensi bagi para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.
“Mulai hari ini, apel bersama cukup dilaksanakan satu kali dalam sebulan, yaitu di tanggal 17. Kemudian absensi cukup dua kali, masuk dan pulang,” ujar Hidayat saat memimpin apel tersebut.
Ia juga memberikan kelonggaran waktu masuk kerja hingga pukul 08.30 WIB bagi para pegawai yang memiliki anak usia sekolah. Kebijakan ini, menurut Hidayat, adalah wujud perhatian terhadap kebutuhan keluarga para pegawai.
“Sesuai janji politik saya, khusus bagi yang mengantar anak sekolah paling lambat jam 08.30. Jadi, tolong ini dapat disyukuri,” tuturnya dengan penuh harap.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kinerja. Sebaliknya, Hidayat berharap para pegawai dapat lebih bersemangat dalam menjalankan tugas untuk mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Bangka Belitung.
“Kami harap hal ini menjadi semangat baru bagi para pegawai guna mengejar pembangunan di Negeri Serumpun Sebalai,” jelasnya.
Dengan sejumlah kebijakan baru yang diumumkannya, Hidayat Arsani berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama para PNS yang selama ini dianggapnya membutuhkan perhatian lebih dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Kebijakan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Gubernur Hidayat dalam memenuhi janji politiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung. Dalam apel tersebut, ia berpesan agar seluruh jajaran pemerintah provinsi dapat bersatu padu dan bekerja keras demi mewujudkan visi pembangunan yang lebih baik bagi Negeri Serumpun Sebalai. (Sumber: Bangka Pos, Editor: KBO-Babel)