447 Keluarga Jadi Korban Banjir di Pangkalpinang, BNPB Ungkap Penyebabnya
PANGKALPINANGPOST.COM, Jakarta – Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali dilanda banjir yang diakibatkan oleh hujan deras yang berlangsung lama dan diperparah oleh gelombang pasang air laut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir mulai merendam permukiman warga pada Senin (21/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Selasa (22/4/2025)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (22/4), menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat kombinasi hujan lebat dan gelombang pasang laut.
“Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Pangkalpinang dan diperparah dengan gelombang pasang air laut yang menyebabkan genangan tidak segera surut,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, banjir tersebut telah berdampak pada 447 keluarga yang tinggal di 12 kelurahan di tujuh kecamatan. Kecamatan yang terdampak meliputi Gerunggang, Girimaya, Gabek, Bukit Intan, Taman Sari, Pangkal Balam, dan Rangkui. Genangan air dilaporkan sempat berangsur surut dengan ketinggian air berkisar antara 15 hingga 40 centimeter pada beberapa lokasi.
Namun demikian, situasi kembali memburuk pada pukul 19.00 WIB. Pada pukul 19.00 WIB, genangan kembali meninggi akibat gelombang pasang laut dan hujan. Dan sampai dengan saat ini genangan masih terjadi.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang bersama instansi terkait telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap korban terdampak. Selain itu, langkah-langkah evakuasi telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi banjir yang berpotensi memburuk.
Abdul Muhari juga menegaskan bahwa BNPB terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan lancar. Ia mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. (Sumber: Antara, Editor: KBO-Babel)