Take a fresh look at your lifestyle.

Panaskan Mesin Politik, Golkar Babel Target Rebut Kursi Pimpinan Daerah

Hidayat Arsani Tegas di Musda Golkar Bangka: Kader Pembangkang Terancam Dinonaktifkan

0 4

PANGKALPINANGPOST.COM, BANGKA — Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melontarkan pernyataan keras dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Bangka. Pernyataan tersebut menegaskan sikap tegas pimpinan terhadap kader yang dinilai tidak sejalan dengan garis organisasi, bahkan mengancam menonaktifkan mereka yang dianggap sebagai provokator. Senin (16/2/2026)

Dalam forum konsolidasi tersebut, Hidayat menegaskan bahwa Musda bukan sekadar ajang formalitas politik, melainkan momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal dan meningkatkan elektabilitas partai di daerah. Ia menekankan pentingnya budaya musyawarah dan mufakat sebagai fondasi kemenangan Golkar ke depan.

Menurutnya, Golkar tidak boleh lagi kehilangan pengaruh politik di Bangka Belitung. Ia menargetkan peningkatan perolehan suara sekaligus merebut kembali kursi pimpinan daerah yang sebelumnya lepas.

“Kita harus menambah suara dan menduduki kursi lagi. Bila perlu, langkah satu kita akan rebut. Jangan sampai Golkar menjual kotak kosong lagi di Bangka Belitung ini. Itu perbuatan memalukan,” tegasnya di hadapan peserta Musda.

Hidayat juga memastikan bahwa partai telah menyiapkan kader terbaik untuk maju dalam kontestasi kepala daerah, baik di tingkat kabupaten maupun kota. Dengan kesiapan tersebut, ia menilai tidak ada alasan bagi Golkar untuk absen dalam pertarungan politik lokal.

Selain target kemenangan, isu kedisiplinan organisasi menjadi sorotan utama. Hidayat menyatakan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap kader, termasuk anggota legislatif, yang dianggap mengganggu jalannya Musda atau memicu konflik internal.

“Apabila ada anggota dewan atau siapapun menjadi provokator, saya berhak menonaktifkan. Dalam aturan jelas, kalau bersalah kita bisa menonaktifkan. Selama dinonaktifkan, dia tidak bisa bergerak ke mana pun,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konsolidasi di seluruh tujuh kabupaten/kota harus berjalan selaras dengan arahan pimpinan pusat maupun daerah. Baginya, kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau kelompok dalam partai.

Terkait isu keributan internal di sejumlah wilayah seperti Pangkalpinang dan Bangka Selatan, Hidayat menilai dinamika tersebut sebagai hal wajar dalam demokrasi. Namun ia menekankan bahwa setelah keputusan diambil, seluruh kader wajib bersatu dan mendukung hasilnya.

“Yang lama tidak kuat kita rangkul supaya kuat. Kita ingin mengejar target. Kalau ada pasukan kaki sakit, jangan dipaksa main bola. Yang tidak mau ikut, silakan keluar dari Partai Golkar,” katanya dengan nada tinggi.

Ia juga berpesan kepada ketua terpilih nantinya agar segera melakukan kaderisasi serta merangkul seluruh elemen partai, termasuk mereka yang sebelumnya berbeda pandangan. Menurut Hidayat, keberhasilan partai sangat bergantung pada soliditas internal dan kesiapan kader bekerja di lapangan.

Sebagai pimpinan daerah sekaligus “end user” kebijakan partai di wilayahnya, ia menegaskan hanya membutuhkan kader yang loyal, disiplin, dan siap menjalankan perintah organisasi yang dinilai positif bagi kepentingan rakyat.

Musda XI Golkar Bangka sendiri dipandang sebagai momentum penting untuk menata ulang kekuatan politik partai berlambang pohon beringin tersebut menjelang agenda politik mendatang. Dengan pernyataan tegas pimpinan, Golkar Babel tampak berupaya memastikan tidak ada lagi konflik internal yang berpotensi melemahkan mesin partai. (Sumber: Perkaranews.com, Editor: Pangkalpinangpost.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.